Salju

Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Januari 2013

Serdadu Kumbang

setiap yang kau ucapkan adalah panah yang tajam
menusuk relung hati setengah kosong
aku menolak untuk tetap istiqomah dengan prinsip 'halal'

kubiarkan engkau memanah tepat pada sasaran yang dibidik yaitu HATI
tapi tak ku biarkan tembus.
kubiarkan ianya tertancap kokoh diatas hati yang lemah ini.

wahai serdadu kumbang....
kedua kaki ini mungkin lemah dengan hujamanmu
tapi HATI nan rapuh ini masih ada sedikit kekuatan menyentuh tangan yang lemah

tak akan kubiarkan panah panah itu menghancurkan HATI yang setengah kosong hitam tanpa merah
wahai serdadu kumbang...
tertawalah akan kelemahan ini berupa malu dan takut akan hukum Illah
teruslah memanah, aku masih kuat menahan.

kelak aku terjatuh dan hati ini tembus
engkau lah serdadu pilihan
ku pilih karena ketangguhanmu menghancurkan
dan kekuatan mu mengalahkan kekokohan Iman
karena Allah memilihmu untukku

@Gie_bustaf/slp,10.48 AM, 21 Jan 2013

Kamis, 22 November 2012

Debu di Hati


Ku lihat batu pecah dan butirannya menyebar menjadi debu
Kulihat disana angin membawanya
Dan kulihat butiran debu itu menempel diantara pohon, dinding dan bahkan pipi meronaku.

Aku tak mencoba untuk menyeka
Tapi aku bertanya kenapa aku harus membuangnya?
Aku kembali bertanya apa manfaatnya
Terus bertanya kapan bersihnya.

Hingga tumbuh sebuah jerawat besar yang ranum bertambah terus bertambah

Aku marah, debu itu..debu itu..membuat aku terlihat seperti monster alam yang menakutkan.
Aku kembali pada batu
Tapi disana hanya ada stepa yang tandus bersama debu yang berterbangan

Aku teriak “ hei batu kembali kau, aku akan memecahkan mu dan akan menjadikan ukiran besar dan kuat bukan menjadi debu”
Ku ulangi terus ku ulangi

Ada satu jawaban “pertanyaanmu itu jawabanku”.
GB-Slp/221112
#gazasolidaritas

Sabtu, 29 September 2012

Sajak Tak Bertuan


kutanam jagung wahai kanda ku tanam jagung
ku tanam jagung yang tumbuh lalang
ku tanggung cinta Wahai yang Agung 
ku pendam rasa yang membumbung

Sajak ini wahai pujangga tak bernama.
Tak bertuan hendak bertahta.

Kukosongkan yang putih lara menerbang
Menghambur disamping sudut menghempas engkau pujangga
sudah ditangan....sudah ku baca..pergilah !

“ku kasih rindu yang ditanam
Ku sayang rasa yang ku benam
Ku peluk bulan wahai kanda ku peluk bulan yang temaram
Ku pejam mata dalam keheningan”

Sajak ini wahai pujangga
Tak bertuan

Kutenangkan dibawah hijau yang memudar
Meremas daun yang kering
Lirih bersuara bising
Sudahlah...sudahlah...aku sudah baca!

Sajak tak bertuan.

slp/29/9/12